Benci berujung mengalami

BENCI BERUNJUNG MENGALAMI

Assalamualaikum .......
            Kembali lagi bersama kami di uneg-uneg santri, gimana kabar pembaca nih, pada baik apa engga?  Semoga baik baik aja yah J
            Kali ini kami akan berbagi tentang kebencian kami kepada salah satu organisasi pondok pesantren, tentu kalian mungkin pernah mengalami , iya enggak? Hehe ......langsung aja kita simak ceritanya.
            Pada waktu aku masih sekolah di SMP terpadu Al muttaqin cirebon, tepatnya tahun.......berapa yah , entah aku lupa, yang jelas posisi aku kelas 1 SMP kala itu. Dimulai dari MOS (masa orientasi santri) , aku belum merasakan rukhiyah keberadaan aku di pondok,  padahal aku sudah seminggu belajar di pondok, hari-hariku dipergunakan hanya untuk bermain. Aku lupa pesan ortuku bahwa mondok itu tempatnya mencari segudang ilmu , tapi berbeda dengan aku yang belum merasakan RUH pondok dikala itu.
            Dua  bulan tak terasa bagiku karna hari-hariku selalu indah dan ceria,  hingga tiba saatnya keindahan dan kebahagian itu sirna seketika saat pelaturan pondok pesantren dibacakan oleh bagian yang bersangkutan (bagian kedisiplinan)
            “Bismillahirrohmanirrahim, dengan ini saya bacakan pelaturan santri kita kelas 1 SMP yaitu :
1.      Dilarang bagi kalian jajan diluar pondok pesantren kecuali izin terlebih dahulu kepada bagian kedisiplinan.
2.      Diharuskan bagi kalian untuk memakai bahasa arab
3.      Waktu manja kalian telah habis ,saatnya kalian bersosialisasi dengan pelaturan pondok
Saya rasa itu pengumuman kali ini yang bisa saya sampaikan , untuk perhatiannya saya ucapkan terimakasih.
            Jleeb ...... bagi disambar petir aku mendengarnya ,kini aku tidak bisa bebas jajan diluar pondok ,tidak bisa memakai bahasa daerah ,dan pastinya aku bakal di kekang. Benar saja apa firasatku aku selalu kesal kepada bagian kedisiplinan, aku melanggar kemudian dihukum. Lama kelamaan aku merasakan sesuatu hal yang sebagian banyak santri merasakan nya, apa itu? Yaaah ... “tidak betah”.
            Akhirnya aku selalu memaki bagian kedisiplinan dari belakang, tiap aku berpapasan bersama mereka aku selalu menyimpan rasa dendam. “Anfal....kamu dipanggil sama ust.majid ( nama bohongan, melindungi pihak yang bersangkutan) di ruang kedisiplinan”. Aku gundah, galau, takut ,dan beribu-ribu rasa yang lainnya beradu campur di fikiranku.
U.majid  : “ Anfal gimana kabarnya? Usatd lihat kamu sedikit murung minggu-minggu ini, ada apa akhi?”
Aku       : “alhamdulillah baik ustad, engga ada apa-apa kok tad. Ustad  salah liat kali, prasaan ana biasa aja kok sama seperti biasanya”
U.majid : “kamu jujur aja sama ustad! Jangan bohong! Bohongkan dosa? Iya kan?”
 Aku       : “ begini ustad , ana benci sama bagian kedisiplinan ,mereka suka menghukum ana”
U.majid  : “akhi ...kamu tidak boleh gitu ,mengapa? Karna roda itu akan selalu berputar. Sekarang mungkin ustad yang memimpin kamu, tapi 5 tahun kedepan mungkin kamu yang memimpin ustad. Perjalanan kamu masih panjang disini, kamu juga pasti merasakan apa yang ustad rasakan apabila kamu melanjutkan ke jenjang yang sama. Tidak setiap apa yang kamu suka itu baik bagi kamu, dan sebaliknya tidak setiap yang kamu benci itu tidak baik bagi kamu. Bisa jadi apa yang kamu benci itu yang terbaik bagi kamu, mungkin sekarang kamu belum bisa memikirkannya”
Aku        : “em....iya ustad makasih pencerahannya”

Aku lulus dari SMP ALMUTTAQIN pada tahun 2013. Aku melanjutkan sekolahku ke ponpes NURUSSALAM.
            Seperti biasa awal masuk pesantren pasti ada yang namanya MOS bagi para santri yang baru masuk. Seperti aku ini, 3 hari MOS pun berjalan dengan baik.
            Heboh sekaligus membuat aku bingung seminngu lagi akan ada pergantian pengurus organisasi ponpes Nurussalam. Kenapa aku bisa bingung? Karna santri baru seperti aku seminggu lagi menjadi pengurus OPPN (organisasi ponpes nurussalam).
            Hari H pun tiba saatnya acara di selenggarakan.
“Bismillahirrohmanirrohim .....
Pelantika pengurus OPPN tahun 2013-2014.
Ketua OPPN                : Imam khoirul umam
Wakil                           : Miftahuddin
Bagian kedisiplinan     : Anfal bakri
Anggota                       : Muhammad ikhsan
                                       Mizan furqon
Sampe seterusnya bagian matbah ( dapur ).
            Jleeeeb untuk kedua kalinya , tidak nyangka aku akan menjadi bag.keamanan . Aku langsung berfikir kebelakang ternyata benar apa kata usatdku . Bisa jadi apa yang kamu benci itu baik bagi kamu, begitupun sebaliknya apa yang kamu sukai mencelakai bagimu.
            Akupun akhirnya bisa menerimanya dengan baik , rutinitasku kulalui dengan bumbu-bumpu yang melengkapi hidupku, aku tersadar sekaligus baru mengetahui setelah apa yang disampaikan atasanku yang dulu ,ingat firman Allah surah Al Baqarah ayat 216 yang artinya(“Diwajibkan atas kamu kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi apa yang kamu sukai itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”).
            Kenaikan kelaspun tiba , pada akhirnya aku pindah dari sekolahku.

Poin yang harus di ambil :
*Tidak semua yang kita tidak sukai itu tidak baik bagi kita , begitupun sebaliknya.
*Allah telah menentukan kadar ujian sesuai kemampuan kita.
*Amal perbuatan setimpal dengan balasan.

......................( bersambung dulu yah )...................kita lanjutkan episod yang akana datang
Medsos kami :
Fb        : Anfal bakri
Ig         : Revan_cah_rezee
Gmail  : anfalbakri02@gmail.com
Wa       : 089637770214

Komentar

Postingan populer dari blog ini

8 Tipe hukuman di pesantren

8 Tips jitu agar betah di pesantren

6 Tips Untuk Memanfaatkan Liburan